ACADEMIC JOURNAL IThis one is an assignment from my teacher, and is in… well, in my native language. Why? Because I couldn’t make it in English. It’s currently too hard for me, at least for now.
For you guys from where I come from, feel free to read this if you don’t feel like reading Wikipedia^^ (I know you guys hate wiki's techno mumbo-jumbo). Didn’t understand the language? Don’t bother, just ignore it, it’s just about C++ anyway :).
------------------------------------------------------------------------------------
C++
Siapa yang tidak kenal dengan istilah ini? Saya rasa cukup banyak, tetapi di kalangan programmer, C++ layaknya seorang primadona, buah dari kecerdasan manusia. Anda dapat menemukan program aplikasi berbasis C++ di mana-mana: software sistem, device driver, embedded software, video games, dan masih banyak lagi. Ambil saja software terkenal “Microsoft Word” sebagai salah satu contohnya.
C++ adalah (jelas, sesuai namanya) adalah sebuah upgrade dari bahasa C tanpa plus-plusnya. Sejarahnya, bahasa ini dikembangkan oleh Bjarne Stroustrup di tahun 1979 dengan menambahkan beberapa fitur baru pada bahasa C lama. Penambahan yang paling mencolok adalah ditambahkannya “classes” untuk mendukung paradigma pemrograman berorientasi obyek (OOP), dibandingkan C lama yang hanya menganut paradigma pemrograman “prosedural”.
Sebagai keterangan, dunia programming IT sekarang sedang mengarah ke pemrograman berorientasi obyek ini, karena paradigma ini memberikan sebuah cara baru yang cukup baik untuk menyelesaikan berbagai permasalahan.
Kembali ke topik. Lantas, apa yang membuat C++ menjadi primadona dan populer?
Alasannya (meski tiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda), C dan C++ pada dasarnya adalah bahasa pemrograman yang kode-kode dan sintaksnya mudah dimengerti, tidak memiliki terlalu banyak aturan, dan mampu menghasilkan software-software luar biasa hebat seperti Microsoft Windows, Linux, MacOS. Bukan sebuah hiperbola jika C dan C++ adalah bahasa pemrograman yang mengubah sejarah Teknologi Informatika. Di sisi lain, program aplikasi C++ memiliki kecepatan eksekusi yang sangat cepat.
Tulisan yang dicetak tebal di atas adalah keunggulan utama dari C dan C++ yang sebenarnya. Dengan mudahnya bahasa tersebut untuk dimengerti, seseorang dapat memprogram dengan mudah dan orang lain juga dapat membaca algoritma pemrogram dengan mudah, untuk membenarkan apa yang salah. Dengan keunggulan ini, para programmer mampu membuat sebuah software mahakarya dengan sedikit cacat dan kesalahan di dalamnya.
Dengan keunggulan ini pula lah, bahasa C dan C++ digunakan dalam proses belajar mengajar algoritma. Siswa, di satu sisi, mampu merancang dan mengerti algoritma yang akan mereka tuliskan di dalam bahasa ini. Guru, sebagai pengawas, juga mampu dengan mudah membaca alur logika siswanya dan membenarkan jika terjadi kesalahan. Karena itulah, bahasa C sekarang sudah seperti “wajib” di berbagai instansi pendidikan, salah satunya universitas tempat penulis berada sekarang. Menggantikan bahasa Pascal yang sudah dinilai ketinggalan jaman.
Namun, seiring perkembangan jaman, muncullah berbagai bahasa pemrograman yang baru dan juga tidak kalah luar biasanya (ambil bahasa Java sebagi contohnya) dan mereka semua siap bersaing dengan bahasa C dan C++. Meskipun, penulis yakin bahwa baik bahasa C maupun C++ tidak akan segera kalah dan lantas dilupakan. Karena kenyataannya, tidak ada bahasa pemrograman lain yang selengkap, semudah, sepraktis, dan mampu menghasilkan program-program aplikasi yang hebat seperti C dan C++.
Penulis sendiri memang menyukai bahasa ini dari dulu, mengingat banyaknya program-program aplikasi luar biasa yang dapat dihasilkannya. Oleh karenanya, penulis sendiri berniat untuk membuat software-software yang cukup untuk menggemparkan dunia, yaitu...
Virus.
...
...
Cuma bercanda :)





